Sikapi Pernyataan Presiden Soal Kebebasan Bicara, Fahri Hamzah Nilai Ada Kekhawatiran Istana Terhadap Demokrasi Indonesia

Fahri Hamzah
DELIK INDONESIA - Kebebasan berbicara yang di jamin pemerintahan Jokowi belakangan mendapat sambutan hangat dari publik baik pro dan kontra. Tanggapan yang sama juga datang dari seroang politikus Indonesia dari Nusa Tenggara Barat yakni Fahri Hamzah.

Fahri Hamza seperti dalam Perbincangan yang ditayangkan kanal youtube Karni Ilyas Club, Politikus yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat sejak tahun 2014 itu merespon positif langkah pemerintah membuka kebebasan berbicara dalam upaya pengontrolan kebijakan dan jalannya pemerintahan tersebut.

Namun disi lain, manurut fahri hamza dengan pernyataan Presiden Jokowi tentang kebebasan berbicara itu dinilai menjadi sinyal kekhawatiran pemerintahan indonesia terhadap dunia internasional perihal Demokrasi Indonesia.

"Hal itu sebenarnya juga semacam sinyal kekawatiran di dalam Istana bahwa dunia internasional Bahwa Indonesia Sedang berada pada kemunduran demokrasi" Kata Fahri Hamzah, Minggu, (14/02/2021)

"Memang kita mengalami problem di dalam menginterpretasi makna-makna dasar dari demokrasi kita. misalnya tentang Freedom of Speach gitu, tentang kebebasan sipil dan kebebasan menyatakan pendapat yang ada di dalam konstitusi negara kita itu pemberian maknanya itu agak malemah" Ujar Fahri Hamzah

Disi lain, Fahri Hamza juga menguraikan sejumlah pemetaan kelompok oposisi dan tidak opisisi yang cenderung tidak memberikan makna yang berarti dalam ruang diskusi dan pembinaan publik.

"Berkaitan dengan ini, ada kelompok elit yang tidak engine dengan diskusi-diskusi tentang pentingnya kritik pentingnya perbedaan pendapat untuk terus dikelola sebagai cara satu bangsa untuk memperkaya dirinya untuk naik tingkat peradabannya. Dan pengorganisasian pikiran dalam masyarakat sebagai sumber dari pertumbuhan peradaban bangsa" Paparnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel