Berhasil Capai Target Ditengah Pandemi, Ini Penjelasan Dirut BPJS Kesehatan

Direktur BPJS Kesehatan, Fachmi Idris

DELIK INDONESIA - Badan Penjamin Kesehatan Masyarakat (BPJS) berhasil melakukan pembekuan arus lalu lintas kas supulus keuangan senilai Rp, 18,7 Triliun. Hal ini dinilai merupakan prestasi pertama kalinya selama beberapa tahun sebelumnya yang dianggap selalu defisit.

Capaian yang dilakukan jajaran direksi dan tersebut pegawai BPJS Kesehatan diharapkan tak perlu khawatir terhadap kritikan dari masalah defisit oleh publik.

Fachmi Idris seperti diceritakan saat wawancaranya yang dikutip detik.com, bahwa pandemi Covid-19 telah membuat banyak lubang dan jurang yang sangat tragis kepada sejumlah perusahaan di Indonesia. Namun, hal yang berbeda justru terjadi pada BPJS Kesehatan dengan pembekuan Arus Kas Suplus senilai 18 Triliun dinilainya lebih baik dari sebelumnya. 

“Memang belum sepenuhnya baik. Bagi saya ini merupakan proses yang secara alamiah terjadi yang kita tahu BPJS Kesehatan merupakan bagian dari pada pemerintah” Ujar  Fachri Idris

Lebih Lanjut, kata Fachri terhadap defisit ekonomi menjadi konsen pemerintah dan seluruh jajaran dibawahnya dalam proses pembenahan ekonomi yang fleksibel dan menunjang. Pun juga lanjutnya, Jaminan Kesehatan Nasional juga konsen pada pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) yang unggul untuk Indonesia maju dan lebih baik kedepannya.

Selain itu, Fachri Idris juga menyinggung apa yang menjadi sebab defisit keuangan terjadi pada Indonesia seperti halnya pada tahun 2018-2019. Menurutnya, hal demikian terjadi diakibatkan tata kelola yang tidak benar dan tidak efektif sehingga hal demikian (Defisit) sangat wajar terjadi.

“Defisit terjadi, dikarenakan tata Kelola kinerja kita yang tidak efektif. Hal ini dikarenakan Fraud yang amat besar” terangnya

Lebih jauh dirinya juga menyinggung perihal kebijakan yang terkadang tak seimbang dengan ketentuannya. Dirinya berharap kedepannya akan lebih baik lagi dari sebelumnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel