Wajah Baru Kepemimpinan Bursel, Ini Pesan Penting IMF Kepada SMS-GES



DELIK INDONESIA - Pasca di sahkan oleh KPU Kabupaten Buru Selatan pada 23 Januari 2021 kemarin perihal penetapan pasangan Calon Nomor urut 3 Safitri Malik Soulissa dan Gerson Eliaser Silsily (SMS-GES) sebagai pemenang Pilkada Bursel 9 Desember 2020 lalu mendapat sorotan banyak pihak, tak terkecuali juga apresiasi di berikan oleh salah satu anggota FBI Ibrahim Malik Fatsey (IMF) saat ditemui di kediamannya. Jakarta, Minggu, (24/1/2021)

Anggota FBI akrabnya disapa IMF yang juga generasi Buru Selatan ini menyebut, Pilkada Bursel 9 desember lalu telah usai digelar dengan penuh antusias dan menjadi catatan penting sejarah demokrasi di daerah yang terbilang baru mekar itu. Pasalnya, dengan adanya Pemilihan Umum bukan hanya menggantikan pemimpin semata, seyogyanya juga, untuk melanjutkan cita-cita keadilan dan kemaslahatan hidup bersama seluruh masyarakat.

Cita-cita kemaslahatan tersebut menurutnya, tak akan tercapai bila berada pada jiwa pemimpin dan kepemimpinannya yang hanya mementingkan segelintir golongan saja. Di tambah dengan minimnya ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif dan berdaya saing.

"Saya hanya ingin mengingatkan begini.!! Tugasnya menjadi seorang pemimpin tak mudah membalikan tangan, amat sangat sulit dan penuh tantangan berat. Demikian juga jika tidak mampu mengelolanya dengan baik entah karena jiwa pemimpinnya atau pun juga karena metode kepemimpinannya akan sangat sulit mencapai cita-cita bersama itu" Kata Ibrahim Malik Fatsey saat di tanya wartawan

Lebih jauh Fatsey juga menyebutkan minimnya penguatan sumber daya manusia (SDM) yang produktif di daerah tersebut harus menjadi visi utama di tunaikan oleh pasangan SMS-GES sebagai pemenang pilkada Bursel. Begitu pun juga dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang layak dan nyaman.

"Banyak lulusan-lulusan generasi Buru Selatan dari berbagai daerah dengan potensinya masing-masing, namun disayangkan saat kembali mengabdi kepada daerah dan masyarakat persoalan mendasar yang ada adalah ketersediaan lapangan pekerjaan yang mumpuni dan sudah disiapkan oleh Pemda. Sehingga pengangguran tidak menumpuk sebanyak itu" Lanjut Ibrahim penuh serius

Diakhir keterangannya, dirinya juga menyoroti adanya kekayaan alam Buru Selatan yang masih belum dikelola dengan baik oleh pemerintah Kabupaten Buru Selatan sejauh ini guna mewujudkan daerah berkemajuan dan kemandirian ekonomi. Karenanya, dirinya mendorong Pemerintah Daerah untuk fokus pada penguatan SDM Buru Selatan, karenanya kekayaan alam daerah tersebut di kelola dengan penuh rasa kehati-hatian karena cintanya terhadap tanah kelahirannya, bukan malah sebaliknya.

"Bagaimanapun daerah, akan maju dan tidaknya di lihat dari kepandaian pemimpinnya memupuk harapan dengan pengelolaan SDM yang kompeten, produktif dan berdaya saing agar daerah dengan kekayaan alamnya tak hanya dikelola dengan mimpinya saja, mekainkan juga karena rasa cinta untuk daerah kelahirannya. Semoga pesan ini tersampaikan dan diaplikasikan dalam wujud kepemimpinan Buru Selatan 5 tahun kedepannya. Insya Allah Amin" Tutupnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel