Miris..!! Hingga Kini Warga Kelapa Dua Kairatu Bermukim di Area Pengungsian Pasca Gempa Maluku

Pemukiman Warga Dusun Kelapa Dua Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB)

DELIK INDONESIA - Pasca Gempa Bumi 26 September 2019 melanda Provinsi Maluku secara keseluruhan. Menurut informasi yang di terima delikindonesia.com bahwa, masih banyak warga yang bermukim di area pengungsian dikarenakan hingga kini belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Hal tersebut ditanggapi oleh Nasrul Matdoan salah satu warga asal dusun Kelapa Dua, kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Berikut pernyataan sikap yang diterima wartawan via WhatApp. Sabtu, (16/1/2021)

"Saya Sebagai Salah satu putra daerah sangat prihatin sejumlah masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat Kecamatan Kairatu Dusun Kelapa Dua Korban Pasca Gempa Bumi 26 September 2019 yang masih berada ditempat pengungsian". Ujar Nasrul Matdoan

Pasalnya, Sampai saat ini masih banyak warga yang tinggal di lokasi pengungsian dengan menggunakan tenda. "Seharusnya Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat bisa lebih cepat menanggapi masalah seperti ini" Ucapnya

Karenanya, dirinya menilai pelayanan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dianggap lambat dalam memberikan kejelasan terkait anggaran bantuan gempa bumi yang harusnya sudah diterima warga sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Maluku. 

"Kapan anggaran bantuannya dapat tersalur ke masyarakat yang terdampak padahal suda ada Perhatian pemerintah tersebut tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Maluku." Tegas Nasrul

Untuk diketahui, Inturksi Presiden Joko Widodo mengucurkan bantuan 50 juta rupiah bagi setiap rumah rusak berat, 25 juta rupiah untuk rumah rusak sedang, dan 10 juta rupiah bagi rumah rusak ringan. Kucuran bantuan dana ini merupakan perintah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Bencana bahwa Pemerintah wajib membantu perbaikan rumah yang terdampak bencana.

Padahal lanjut Nasrul, pemerintah pusat sudah mengucurkan anggaran untuk perbaikan rumah warga pasca gempa Maluku senilai Rp290, 7 Miliar.

Untuk kabupaten seram bagian barat sebesar Rp 34,035 miliar untuk 1.500 unit rumah yang rusak. Rinciannya, Rp, 15 miliar untuk 300 unit rumah rusak berat, Rp 11,725 miliar untuk 469 unit rumah rusak sedang dan Rp 7,310 miliar 731 unit rumah rusak ringan. 

"Ada apa sebenaranya dengan anggaran Gempa di kabupaten Seram Bagian Barat sehingga belum terealisasi sampai sekarang. artinya tidak ada keseriusan dari Pemda. Saya berharap semoga Pemda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bisa segera menangani masalah ini dengan serius agar anggaran yang sudah ada segera dikucurkan kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya agar mereka dapat renofasi rumah mereka yang sudah rusak baik itu rusak ringan, sedang maupun berat" Tutupnya

TONTON VIDEONYA :

lokasi : Area Pemukiman Warga Kairatu, SBB Maluku Pasca Gempa

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel