Ticker

6/recent/ticker-posts
...

Mirip AD/ART Front Persatuan Islam dengan FPI, Meski Ganti Kulit

Screnshoot Deklarasi Front Persatuan Islam (FPI) - Banten

DELIK INDONESIA - Front Pembela Islam (FPI) bakal berganti nama menjadi Front Persatuan Islam pasca pemerintah melarang seluruh aktivitas FPI.

Pasca diumumkan oleh pemerintah melalui Menko Polhukam, Mahfud MD sejak Rabu, (03/12/2020) lalu, kini berubah nama menjadi Front Persatuan Islam (FPI)

Diketahui ternyata, terdapat kesamaan atau kemiripan dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Front Persatuan Islam yang baru-baru ini dibentuk oleh sejumlah tokoh islam indonesua dengan Front Pembela Islam (FPI) yang dibekukan pemerintah.

Seperti ketehui bahwa larangan aktivitas dan penggunaan simbol organisasi FPI dikarenakan FPI sebagai organisasi acap kali melakukan tindakan kekerasan dan elanggar aturan hukum yang berlaku.

"Bahwa FPI sejak 21 Juni tahun 2019 telah bubar sebagai ormas tetapi sebagai organisasi FPI tetap lakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan yang bertentangan dengan hukum seperti tindak kekerasan, sweeping sepihak, provokasi," kata Menko Polhukam Mahfud Md dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (30/12).

Selain itu, seperti disampaikan Mahfud MD, Front Persatuan Islam (FPI) kini tidak memiliki legal standing sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) yang sah dan diakui Negara.

Sejumlah anggota Front Pembela Islam mendeklarasikan berdirinya Front Persatuan Islam yang juga memiliki singkatan FPI mengakui adanya kemiripan AD/ART yang sama dengan FPI yang dibekukan pemerintah.

"AD/ART (Front Persatuan Islam) sama dengan Front Pembela Islam kemungkinan," ujar kuasa hukum FPI, Aziz Yanuar, saat dihubungi, Minggu (3/1/2021).

Namun disayangkan, sebelumnya Mendagri Tito Karnavian mengatakan salah satu masalah FPI sebelumnya perihal keabsahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga. Hal itu disampaikan Tito saat rapat dengan Komisi II DPR tahun 2019 lalu.

"Mengenai masalah ormas terkait FPI, ini masih pada kajian di Kementerian Agama. Betul rekan-rekan dari FPI sudah buat surat di atas meterai mengenai kesetiaan atau pernyataan terhadap negara dan Pancasila. Tapi problemnya di AD/ART," kata Tito dalam rapat bersama Komisi II DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

"Di AD/ART itu di sana disampaikan tadi juga sudah dibacakan Pak Junimart bahwa visi dan misi organisasi FPI adalah penerapan Islam secara kafah di bawah naungan khilafah Islamiyah melalui pelaksanaan dakwah, penegakan hisbah dan pengawalan jihad. Ini yang sedang didalami lagi oleh Kementerian Agama karena ada pertanyaan yang muncul, karena ini ada kabur-kabur bahasanya," Papar Tito Karnavian.