Ticker

6/recent/ticker-posts
...

Dirut ETOS Sebut Blusukan Mensos Risma Over Action, Melupakan Kerja Kementerian


DELIK INDONESIA - Blusukan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjadi sorotan masyarakat luas. Aksi mantan Wali Kota Surabaya yang biasa disapa Risma ini menimbulkan spekulasi dirinya akan menjadi pesaing Anies Baswedan pada Pilkada DKI Jakarta 2022.

Blusukan Risma di beberapa sudut kota DKI yang viral beberapa hari belakangan tak luput jadi sorotan pengamat sekaligus Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah.

Iskandarsyah dalam keterangan pers yang diterima Delikindonesia.com pada, Senin, (11/1/2021) menyatakan tindakan menteri sosial Tri Rima Harini yang diketahui baru dilantik pada Rabu, (23/12/2020) pagi lalu justru terkesan berlebihan dan over action.

"Buat saya ya jangan terlalu over acting lah, ini Jakarta kok, dan beliau (Mensos) harus tahu kapasitasnya sebagai menteri, urusan-urusan yang bukan domain beliau tak perlu juga beliau aksi" Kata Iskandarsyah

Bahkan, menurut Dirut ETOS itu, aksi blusukan Risma diduga ingin mendahului kerja pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Pasalnya, Risma yang diketahui menduduki jabatan menteri Sosial tersebut mestinya melakukan kerja kementrian yang tidak hanya fokus DKI Jakarta, lebih jauh itu juga ke daerah-daerah lainnya yang membutuhakan ulur tangan Negara melalui Mensos.

"Pemerintah ibu kota DKI Jakarta dalam hal ini dipimpin oleh seoarang Gubernur dan wakilnya sudah pasti paham kondisinya kota ini dan juga warganya.

"Jadi di Jakarta ini tak perlu terlalu dalam berbuat kalau bukan kapasitas nya, terkecuali beliau mau jadi walikota Jakarta Pusat." Sambungnya lagi

Lebih jauh dirinya ikut mengingatkan Mensos Risma untuk melakukan tugasnya sesuai dengan domain kementeian tanpa harus terlalu jauh mengambil alih tugas dan kerja pemprov DKI Jakarta.

"Para menteri sudah cukup urus kerja kementeriannya saja, tak usah masuk-masuk ke ranah yang bukan kapasitasnya" Imbuhnya

Seperti diketahui, Kementerian Sosial Republik Indonesia yang di pimpin lansung Tri Rismaharini yang baru dilantik Presiden Jokowi dikarenakan menteri sebelumnya terlibat skandal korupsi dana Bansos Juliari Batubara. Iskandar mengingatkan Mensos Risma untuk melakukan evaluasi yang terbaik dan evaluasi kinerja dibanding ikut blusukan yang bukan domainnya.

"Menteri penggantinya evaluasi aja kenapa terjadi korupsi di institusinya, tak perlu blusukkan di Jakarta, tidak penting juga" Pungkas Iskandar mengakhiri wawancaranya (SFR)