Aku Ber-SEMMI, Maka Aku Kaum Terpelajar


DELIK INDONESIA -Hari demi hari yang telah kulalui, suasana–suasana baru semakin hari semakin banyak kutemui. Terasa dalam diri ada sedikit perubahan.

Entah perubahan seperti apa, aku sendiri tidak bisa merasionalkan lewat untaian kata. Mungkin karena itu pengaruh dunia baru yang saat ini aku geluti dan dunia kampus. Itulah dunia baru yang aku geluti hari ini. 

Dunia perkumpulan pelajar dalam mencari jati diri dunia yang memberikan banyak pencerahan untuk lembar hidup baru, dunia yang melahirkan sejuta pelajar sejati. 

Keresahan itu menghinggapi hari-hari aku dikampus, karena aku merasa kuliah itu tidak jauh berbeda dengan belajar disekolah. Materi perkuliahan pun seringku dapatkan disekolahku dulu.

Didalam kelas, setiap ada diskusi dikelas aku menjadi mahasiswa yang paling duduk dibangku yang paling sudut. Itu karena aku mengamati teman-temanku yang lihai dalam menyampaikan ide dan gagasan-gagasan. 

Kepandaiannya berbicara dalam forum diskusi atau didalam kelas membuatku bertanya didalam hati aku, kenapa mereka bisa pintar dalam berbicara ?

Apakah karena mereka ikut organisasi ?

Seorang teman kelasku yang pandai berbicara dalam forum diskusi disela-sela waktunya aku bertanya kepadanya.

Kawan, apa yang membuatmu sehingga bisa sehebat itu ketika berbicara didalam forum?. Dengan nada yang datar dia menjawab itu karena SEMMI dan aku bertanya lagi apa itu SEMMI? SEMMI adalah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia, sebuah organisasi mahasiswa islam yang tidak kalah dengan organisasi lainnya. 

Organisasi ini sebagai wadah untuk berproses. SEMMI telah menempa aku untuk lebih giat lagi dalam Belajar, Bertauhid, Berilmu dan Bersiyasah demi menjadi insan cita yang berkarakter.

Dari jawaban kawanku itu membuat hati aku tergetar untuk bergabung diorganisasi warisan Ayahanda Arudji Kartawinata tersebut akhirnya setelah aku pikir bahwa SEMMI akan memberikan ruang bagi para kader–kadernya untuk mengeksplorasi potensinya, maka aku putuskan untuk mengikuti kegiatan sekolah kader 1 sebagai salah satu syarat menjadi kader SEMMI. Ketika mars Syarikat Islam dikumandangkan ditempat pembukaan Sekolah Kader 1.

Hati aku kembali bergetar sambil tertunduk, dan aku mulai menghayati bait demi bait mars Syarikat Islam tersebut. Aku berbisik dalam hati,”betapa mulianya cita-cita perjuanganmu Ayahanda Arudji Kartawinata mendirikan Serikat ini. Dan semoga aku menjadi kader yang yang insan cita untuk mewujudkan misi suci mu ini, wahai ayahanda Arudji Kartawinata".

Aku menikmati pengkaderan dan menyimak dengan baik materi yang disampaikan oleh para senior-senior kami. Dan sungguh materi itu belum pernah kami dapatkan sebelumnya. 

Tepat pada materi dialog kebenaran, aku sempat berfikir. Senior aku ini sudah gila mungkin, karena iya telah memaki-maki Tuhan ku dan ingin membakar kitab suci Al-Quran. Dan beberapa peserta juga sempat marah.

Dan ternyata, pada akhir materi itu kita (peserta basic) dipancing untuk lebih filsafat dan mengekplorasikan kemampuan berfikir kita untuk mengadakan pembelaan terhadap cacian yang disematkan kepada Tuhan dan oleh senior kami.

Menjadi kader SEMMI adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi siapa pun itu, karena di SEMMI kita di ajari banyak hal yang tidak pernah kita dapatkan dibangku perkuliahan. Diorganisasi warisan ayahanda Arudji Kartawinata ini.

Kami diperkenalkan dengan budaya membaca, berdiskusi dan menulis. Hingga akhirnya kami berfikir satu tingkat lebih maju dari pada teman – teman kami yang tidak mengikuti organisasi. 

Salah satunya keberanian dalam mengungkapkan gagasan didalam ruang kuliah. Dimana pun dan siapun yang menjadi kader SEMMI, apapun profesimu, tetap jaga independesi SEMMI, demi mewujudkan cita-cita Keumatan dan Kebangsaan.

***
Penulis : Kamarudin Souwakil
Ketua Umum Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PW SEMMI DIY)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel