Ticker

6/recent/ticker-posts
...

Serikat Mahasiswa Anti Korupsi Sambangi KPK Dukung Penuntasan Kasus Bansos

Serikat Mahasiswa Anti Korupsi (Sema-Anti Korupsi) dengan Humas KPK (Foto/DelikIndonesia.com)

DELIK INDONESIA - Sekelompok mahasiswa mengatasnamakan Serikat Mahasiswa Anti Korupsi (Sema-Anti Korupsi) hari ini menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kuningan Jakarta Selatan guna mendesak KPK menuntaskan kasus skandal korupsi dana bantuan sosial yang diketahui melubatkan Menteri Sosial Juliari Batubara.

Azhari Dzul Team Inisiator Sema-anti Korupsi menuturkan kedatangan pihaknya ke KPK guna mendorong lembaga anti rasuah tersebut untuk pantang mundur menuntaskan skandal korupsi korupsi dana Bansos yang telah menjadi titik fokus KPK terutama kepada Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara.

Sebelumnya, Menteri Sosial Juliari batubara diketahui menjadi bidikan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada beberap pekan lalu. Hal demikian, lanjut dia Korupsi yang merugikan negara triliunan rupiah itu menjadi kebiadaban yang harus di tuntaskan oleh KPK tanpa pandang bulu.

"Dana Bantuan sosial di korupsi, akhir-akhir ini tengah ramai di perbincangkan dan menjadi titik fokus semua tingkatan masyarakat, mentri sosial juliari Peter batura menjadi sasaran Oprasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi pembrantasan Korupsi" Kata Azhari Kepada Awak Media di kantor Merah Putih KPK. Senin, (21/12/2020) 

Tidak hanya sampai disitu, Azhari juga menyatakan pihaknya juga menduga adanya keterlibatan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) AQ dan anggota parpol turut terlibat dalam pusaran pidana korupsi dana Bansos tersebut.

"Sesuai dengan UU No 19 tahun 2019 tentang tidak pidana korupsi, pada Pasal 9 dalam UU KPK terbaru harus lebih mengedepankan tindak pidana korupsi dalam konteks pencegahan. Sedangkan dari kabar yang beredar selain dari juliari peter batura (Menteri Sosial) juga menurut dugaan kuat kami ada anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) AQ dan anggota parpol turut terlibat dalam pusaran pidana korupsi dana Bansos ini" Tuturnya

"Kami akan membantu KPK, dan membatu masyarakat melawan koruptor. Korupsi ditanah air harus di Berantas sampai ke akar akarnya. Dugaan kuat kami AQ anggota BPK RI telah masuk pusaran kasus korupsi dana bansos, selain anggota parpol. Kami akan mendesak KPK untuk terlibat lebih dalam lagi dan memeriksa BPK untuk pengembangan kasus korupsi dana bansos ini". Imbuh Azhari Dzul

Dirinya juga menegaskan pihaknya akan mendukung langkah dan kebijakan presiden dalam pemberantasan korupsi di Indonesia dan juga terus mendorong lembaga anti rasuah tersebut untuk tetap tangguh menuntaskan keterlibatan korupsi dana bantuan sosial penanganan covid-19.

"Olehnya kami sebagai Serikat mahasiswa anti korupsi hadir, untuk terus bersama KPK guna membatu mencegah dan mendorong kepada presiden dan KPK untuk meringkus siapa saja yang terlibat dalam pusaran korupsi dana bantuan sosial penanggulangan covid 19" Terangnya

Azhari Dzul di akhir ketererangannya, juga menegaskan akan terus melakukan konsolidasi di tingkat pemuda dan mahasiswa untuk mendukung dan mendorong KPK dalam menuntaskan korupsi dana Bansos tersebut hingga ke akarnya.

“Kami akan mendesak Bapak Joko Widodo Presiden RI dan juga Ketua KPK Bapak Firli Bakhuri untuk menyelidiki Dugaan kuat AQ sebagai anggota BPK karena berdasarkan temuan Majalah Tempo ada pembagian hasil korupsi teresebut pada pejabat negara BPK dan juga anggota Parpol. Jikalaipun kami harus turun aksi menyikapi ini, kami akan berkordinasi pada teman2 pemuda dan mahasiswa lintas OKP DKI untuk menyuaran di muka umum agar kasus ini bisa di tuntaskan. Tutupnya (SFR)