Pengamat Intelijen Senior Nilai Listyo Sigit Prabowo Sosok Tegas dan Lurus Pimpin Polri Gantikan Idham Azis

Pengamat Intelijen Senior, Suhendra Hadikuntono

DELIK INDONESIA - Pengamat Intelijen Senior Suhendra Hadikuntono menilai Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo merupakan sosok pribadi yang tegas dan lurus serta konsisten pada kerja pengabdian terhadap negara.

“Saya melihat kriteri public terhadap Bareskrim dibawah pimpinan Komjen Listyo Sigit Prabowo trenya terus positif dalam mengabdikan diri kepada negara” Ujar Suhendra dalam diskusi virtual Jaringan Aktivis Mahasiswa Muslim Indonesia bertajuk Sustainable Polri, Rabu, (30/12/2020)

Selain itu, ia pun juga menuturkan bahwa Sigit merupakan pribadi yang tegak lurus dalam penegakan hukum dan tidak terlalu banyak bicara yang dianggap tidak penting terhadap masalah hukum dan keamanan negara.

“Saya melihat stile sigit dalam penegakkan hukum orangnya tegak lurus dan tidak tertlalu banyak berbicara hal-hal yang tidak penting di hadapan publik terutama masalah penegakan hukum dan keamanan Negara” tuturnya

Kendati demikian, lanjut Suhendra terdapat berapa masalah yang berkaitan dengan pendapat publik termasuk dirinya terkait kebakaran gedung kejaksaan agung RI pada beberapa pekan silam cepat ditangani dengan tegas oleh Listyo Sigit Prabowo yang menjabat sebagai kabareskrim mabes polri.

“Ada beberapa masalah, saya menilai bahwa beberapa pendapat publik termasuk saya dalam hal ini terkait dengan kasus kebakaran kejaksaan agung sama dengan apa yang dilakukan oleh kabareskrim. Saya bisa merasakan langsung kemandirian berfikir dan tidakan yang diambil oleh seorang Listyo Sigit Prabowo sebagai seorang pemimpinan di Institusi Kepolisian” 

Menyoroti perbedaan agama yang tengah gencar dibicarakan dalam masa pencalonan kapolri kali ini, menurutnya jangan sampai faktor faktor perbedaan keyakinan (agama) membuat semua pihak termasuk presiden kebingungan dalam menentukan pilihan pemimpin polri menggantikan Idham Azis. Pasalnya, kemajemukan dan perbedaan keyakinan dalam pemimpin lembaga negara tidak mestinya di besar-besarkan, mengingat Indonesia bukanlah negara satu agama saja, melainkan beragam agama.

“Kalau kita masih terperangkap pada sentimen agama maka dengan sendirinya sebagai bangsa yang majemuk kita akan mengalami kemunduruan. Sejatinya negara ini dibangun dengan asas dasar Pancasila bukan untuk kelompok tertentu, jadi siapa pun anak bangsa memilih hak yang sama untuk memimpin Institusi Kepolisian kedepannya tanpa tendensi apapun” Tutup Suhendra

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel