Isue SARA Menguat Dalam Calon Kapolri, Direktur Rumah Milenial Jakarta "Bukan Calon Pemuka Agama"

Direktur Rumah Milenial DKI Jakarta Yulius Carlos Wawo

DELIK INDONESIA - Direktur Rumah Milenial DKI Jakarta Yulius Carlos Wawo, dalam upaya memanilisir intervensi politik pada lembaga penegak hukum (Polri) maka penting untuk memerhatikan profesionalitas dan jenjang karir yang dimiliki pada bakal calon Kapolri. Ujar Carlos dalam diskusi virtual Jaringan Aktivis Mahasiswa Muslim Indonesia bertajuk Sustainable Polri, Rabu, (30/12/2020)

Disisi yang lain Carlos pun menyampaikan bahwa calon kapolri yang nantinya mengantikan Idham Asiz harus yang benar benar dekat dengan masyarakat sebagai tugas utama polisi dalam mengayomi dan melindungi masyarakat, Imbuhnya.

Kendati melihat situasi yang akhir-akhir ini dalam dinamika sosial kebangsaan kita agak renggang antara masyarakat dan Institusi – Institusi negara. Olehnya itu penting untuk memilih pucuk pimpinan Kepolisian yang benar benar dekat dengan masyarakat, Ujarnya.

Sehingga wajah karakteristik Kepolisian yang ditampilkan pasca Reformasi 1998 sampai detik ini dan yang akan datang adalah karakteristik wajah kebangsaan yang jauh dari segala macam intervensi politik kelompok apalagi politik SARA yang dapat merusak kemajemukan bangsa.

Adapun beberapa poin yang dirangkum oleh delikindonesia.com pada diskusi yang bertajuk “Sustanable Polri” diantaranya sebagai berikut:

Pertama Siapa pun anak bangsa yang menjadi anggota Kepolisian RI berhak memimpin Institusi Kepolisian sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Kedua kita tidak sedang memilih atau mencari seorang Ulama untuk menjadi Imam di Masjid atau seorang Pendeta untuk memimpin jemaat di gereja. Akan tetapi kita sedang memilih sosok anak bangsa yang memilih Integritas, Kapabilitas, dan Loyalitas kepada bangsa dan negara serta dapat menjalankan supremasi hukum dan meegakkan hukum dengan seadil adilnya.

Ketiga Siapa pun yang nantinya dipilih oleh Presiden Joko Widodo mengantikan Idham Azis adalah yang terbaik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel