GPI Maluku Harapkan TNI Libatkan OKP Dalam Upaya Bela Negara



DELIK INDONESIA – Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Islam (PW GPI) Provinsi Maluku, berharap Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri untuk turut melibatkan seluruh elemen masyarakat juga ormas dan OKP di Maluku dalam rangka menjaga keamanan dan kedaulatan serta keutuhan Negara Indonesia dari berbagai profokasi dan upaya untuk memecahkan persatuan bangsa.

Ketua Umum Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam (PW GPI) Provinsi Maluku, Mudin Rumaratu dalam keterangannya menuturkan bahwa keterlibatan semua pihak terkecuali Ormas dan Organisasi Kemahasiswaan dalam menjaga keutuhan bangsa perlu dilakukan secara terstruktur dan masif.

“Pemuda juga memiliki peranan yang sangat penting juga dalam menjaga keutuhan NKRI dari ganguan-ganguan kelomopok tententu baik di dalam negeri maupun dari luar negeri yang mencoba untuk mengadudomba, profokasi dan bahkan memecah-belah persatuan tatanan kehidupan sosial bernegara kita” Kata Mudin Rumaratu kepada wartawan, Sabtu, (19/12/2020)


BACA JUGA : Bubarkan Aksi Papua Merdeka di Patung Kuda: Pemuda Melanesia, Siapapun Teriak Papua Merdeka Akan Kami Sikat.


Lebih jauh Mudin Rumaratu berharap pihaknya juga dilibatkan mengambil peranan dan andil dalam menjaga kedaulatan indonesai juga di Maluku.

“Kami harap agar Pangdam XVI Pattimura dalam upaya menjaga kedaulatan negara juga turut melibatkan OKP/OKP Islam yang ada di Maluku”Ujarnya

"Ada semboyan, Potong dikuku rasa di daging, sagu salempeng dipatah dua" Kutipan Pangdam saat mengajak semua masyarakat Maluku dalam mengimplementasikan nilai-nilai budaya orang Basudara di bumi raja-raja” Sambungnya Lagi

Selain itu, dia juga menyampaikan agar masyarakat Maluku senantiasa mematuhi Protokol Kesehatan. Kendati demikian lanjut pria akrabnya disapa Mudin ini berharap agar masyarakat tetap menjaga diri dengan terus menjalankan protocol kesehatan dan 3 M

“Mari sama-sama patuhi protokol kesehatan dan terapkan 3 M agar kita semua terhindar dari bencana Covid-19 ini. Dikondirmasi jumlah Pasien Reaktif bertambah sejak kemarin sudah 20 orang sehingga total keseluruhan sekitar 200 orang”Pungkasnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel