BEM Jakarta dan Bekasi Desak Presiden Copot Kapolri Idham Azis

📷 Konferensi Pers Gerakan Badan Eksekutif Mahasiswa Jakarta dan Bekasi 

DELIK INDONESIA - Kepulangan Imam Besar Front Pembla Islam (FPI) Habib Riziq  ke tanah air pada beberapa pekan lalu memicu reaksi pro dan kontra di tengah kalangan masyarakat indonesia. 

Sejumlah jajaran pejabat pemerintah mendapat teguran tegas. Tak hanya dari itu, pun juga sejumlah jajaran kepolisian di copot dari jabatannya termasuk Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi.

Pasalnya, keduanya di copot jabatannya sebagai kapolda dikarenakan telah lalai menjalankan perintah presiden tentang protokol kesehatan semasa pandemic covid-19.

Aksi copot jabatan kedua Kapolda tersebut dinilai tidak adil oleh Gerakan Badan Eksekutif Mahasiswa Jakarta dan Bekasi. 

Dalam konferensi pers yang dilakukan di warunk mie aceh cikini jakarta pusat, aktivis mahasiswa yang terhabung dalam Gerakan Badan Eksekutif Mahasiswa Jakarta dan Bekasi ini menilai kebijakan yang di ambil Kapolri Irjen Pol Idham Azis perihal pencopotan dua kapolda tersebut terkesan tidak adil dan tebang pilih.

"Saya menilai aksi pemerintah dan Kapolri Irjen Pol Idham Azis sudah berlebihan dan tidak adil bahkan bagi kami kebijakan copot Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat terkesan jelas tebang pilih" Ucap Presma Asyafia Edy Faturahman Kamis, (3/12/2020)

"Sikap Kapolri jelas sangat tebang Pilih tidak demokratis maka sikap ini sangat mencedarai penegakan hukum dan nilai-niali Keadilan yang harusnya di junjung tinggi oleh Institusi Kepolisian maka Jendral Idham Aziz dinilai Gagal dan tidak adil dalam penegakan aturan sehingga harusnya beliau juga melepaskan jabatannya" Sambungnya Lagi.

Selain itu di kesempatan yang sama disampaikan Presma UNIJA Gawi Yaur bahwa pihaknya mengingatkan jajaran polri untuk tetap menjaga netralitas dan independensinya sebagai keamanan negara tanpa tebang pilih.

Lebih jauh gabungan elemen Badan Eksekutif Mahasiswa Jakarta dan bekasi ini juga mendorong kepada presiden untuk segera mencopot Kapolri Irjen Pol Idham Azis yang dianggap telah membelakukan kewenangannya diluar batas dan aturan main kepolisian yakni UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri

“Kami Berharap Presiden RI Bapak Ir.Jokowidodo Segera Mencopot Idham Aziz Dari Kapolri karna dinilai Tebang Pilih dan Melindungi Wakpolri dan Kapolda-Kapolda Yang Sudah Jelas-Jelas Juga melanggar Maklumat Kapolri dan aturan-aturan lainya” Tegas Presma UNIJA Gawi Yaur

Kendati demikian juga mereka juga meminta Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk segera merekomendasikan calon Kapolri yang layak dan berkualitas serta jauh dari tendensi politik kekuasaan tertentu.

”Kompolnas Segera Merekomendasikan Calon Kapolri Yang Benar-Benar Layak Dan Berkualitas” 

Adapun elemen Badan Eksekutif Mahasiswa yang tergabung dalma konferensi pers tersebut diantaranya

1. Fauzan Fadly : Presidium Keluarga Besar Mahasiswa(KBM) Universitas Borobudur

2. Bongsu Syahputra: Korda BEM-Se-Bekasi kampus STT Bina Tunggal 

3. Gawi Yaur ( Presma UNIJA ) 

4. Rahman (stie tribuana)

5. Wawan (senat mahasiswa stmik pranata indonesia)

6. Wixen Nando ( Menlu STHI )

7. Achmad zein ( wakil presiden mahasiswa universitas azzahra)

8. Fahri Fauzi ( Universitas MPU tantular )

9. Edy Faturahman (Presma BEM Univ Islam As-Syafi'iyah

10. Surya (Universitas Bhayangkara Bekasi)

11. Rian (Presma BEM Universitas Az-Zahra)

12. Subandi(Menlu BEM Az-Zahra

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel