Aktivis Mahasiswa Bogor Raya Desak Aparat Kepolisian Tangkap dan Adili HRS



DELIK INDONESIA - Puluhan mahasiswa dan pemuda melaksanakan konferensi pers di cafe kopi dari hati jl. bogor raya parung bogor jawa barat, Senin, (07/12/2020). Konferensi pers tersebut menyikapi sitauasi keamanan negara dan ketertiban nasional.

Berikut rilis sebagaimana diterima oleh Delikindonesia.com:  

Sebuah Kebijakan yang diambil oleh Pemerintah melalui Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis adalah Objektif, demi menjaga dan memutus mata rantai pandemi Covid 19.

Pengeluaran kebijakan yang berbentuk maklumat atau pengumuman berupa larangan kerumunan massa yang sifatnya mengumpulkan orang atau keramaian dengan tujuan dan maksud adalah demi menjaga Kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Larangan yang dikeluarkan mengikuti peraturan Presiden Republik Indonesia  H. Ir. Joko Widodo untuk menerapkan jarak sosial atau menjaga jarak sosial.

Tujuan dari maklumat tersebut adalah Kapolri  Bapak Jenderal Idham Aziz dalam upaya mengawal kebijakan pemerintah untuk pencegahan penularan Covid-19.

Ada beberapa narasi penting yang di bijaki oleh Bapak Jenderal Idham Aziz dengan bentuk dan upaya keras dalam beberapa poin, demi Keselamatan Masyarakat Indonesis diantaranya:

1). Mempertimbangkan situasi nasional yang terkait dengan cepatnya penyebaran Covid-19, maka pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka penanganan secara baik, cepat, dan tepat agar penyebaran Covid 19 tidak meluas dan berkembang menjadi gangguan terhadap situasi dan ketertiban masyarakat.

2). Bahwa untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, Polri senantiasa mengacu pada keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto) dengan ini Kepala Kepolisian Republik Indonesia mengeluarkan maklumat.

Sebuah upaya tersebut agara masyarakat tidak ceroboh untuk mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik ditempat umum maupun di lingkungan itu sendiri.

Jika dalam keadaan kedekatan dan tidak dapat dihindari kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait penyebaran Covid-19.

3). Bahwa kejadian yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakannya sebagai kepolisian RI yang diperlukan sesuai ketentuan undang-undangan yang berlaku.

Maklumat dengan nomor Mak / 2 / lll / 2020 itu berisi tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona (Covid-19) yang dikeluarkan di Jakarta pada Kamis, 19 Maret 2020.

Kepolisian Negara Republik Indonesia senantiasa mengacu pada azas keselamatan rakyat, yang menjadi hukum tertingginya,”menindak secara hukum sesuai Pasal 212, 216, dan 218 KUHP.

untuk itu sebagaimana konferensi pers yang dilaksanakan oleh Gerakan Muda Mahasiswa Islam (GEMMI) dan Front Aktivis Mahasiswa Bogor Raya terdiri dari beberapa universitas diantaranya

1. Universitas Pamulang

2. Universitas Ibnu Chaldun Bogor

3. Universitas Pakuan Bogor

4. Unindra Jakarta

5. ITB Ahmad Dahlan

Dengan tuntutan sebagai berikut:

1. Gerakan Muda Mahasiswa Islam (GEMMI) mendukung penuh lembaga kepolisian RI dalam menindak siapapun aktor yang melanggar dan  menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat secara umum.

2. Mendesak lembaga kepolisan RI segera tangkap dan adili Muhammad Rizieq Shihab (MRS). terkait dengan kasus-kasus yang selama ini dilakukan serta melanggar Prokes Covid 19.

3. Mendesak pihak kepolisian RI segera menindak tegas HRS yang telah melanggar Pasal 27 ayat 3 UU ITE, dan menghina ideologi Pancasila.

4. GEMMI dan Front Aktivis Mahasiswa Bogor Raya pendesak pemerintah untuk segera mengadili oknum-oknum yang melanggar UU No 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan.

5. Tangkap Habib Rizieq Shihab yang melakukan revolusi tak berahlak, maki-maki dan fitnah orang se-enaknya.

Penanggung jawab Presidium (GEMMI) : M. Syafrudin 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel