Setelah Menteri KKP Ditangkap KPK, Nama Susi Pudjiastuti Langsung Trending


DELIK INDONESIA - Tersiar kabar Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap KPK dini hari tadi. Penangkapan ini tentu sangat mengejutkan bagi kita semua. Apalagi di masa pandemi ini, di mana rakyat hidup dalam keprihatinan dan seorang menteri yang seharusnya turut merasakan penderitaan rakyat justru tertangkap tangan dengan dugaan korupsi.

Menteri KKP Edhy Prabowo adalah salah seorang politikus Partai Gerindra yang masuk kabinet Jokowi bersama dengan ketua umumnya Prabowo yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Namun sayangnya, keterbukaan Presiden Jokowi mengajak Partai Gerindra untuk bergabung di kabinet justru disalahgunakan.

Edhy Prabowo menjabat sebagai Menteri KKP menggantikan Susi Pudjiastuti yang pada kabinet sebelumnya pada posisi yang sama. Beberapa kebijakan Susi Pudjiastuti yang cukup terkenal adalah menenggelamkan kapal asing pencuri ikan di laut Indonesia, pelarangan cantrang serta pelarangan ekspor benih lobster.

Mengapa Susi Pudjiastuti mengeluarkan kebijakan pelarangan cantrang dan ekspor benih lobster? Penggunaan cantrang dilarang karena akan mengikis habis segala macam habitat laut tanpa memandang besar-kecil, induk-anak, dapat dimanfaatkan atau tidak. Semua disikat oleh cantrang. Guna melindungi habibat laut dari kerusakan yang permanen yang disebabkan oleh cantrang, maka Susi Pudjiastuti yang kala itu menjabat sebagai Menteri KKP mengeluarkan kebijakan pelarangan cantrang ini.

Kebijakan lain dari Susi adalah pelarangan ekspor benih lobster. Benih lobster dilarang diekspor karena negara lain tidak bisa mendapatkan benih lobster di negaranya sendiri. Selain karena lobster tidak bisa dikembang biakkan juga benih lobster hanya terdapat di laut Indonesia yang berkembang secara alami. Tentu pelarangan ekspor benih lobster ini ada maksud tertentu dari Susi. Jangan sampai negara lain yang mengekspor lobster siap santap yang benihnya diambil dari laut Indonesia.

Jangan sampai negara lain yang berpesta dari hasil benih lobster dari laut kita. Jika memang mau mengekspor lobster, maka lobster yang siap saji yang seharusnya diekspor bukan benih lobster. Namun kebijakan Susi ini bukan tidak ada yang memprotes. Ya, hanya mafia-mafia yang ingin mendapatkan keuntungan instan yang memprotes kebijakan Susi Pudjiastuti ini.

Setelah Susi Pudjiastuti lengser dari Menteri KKP dan digantikan oleh Edhy Prabowo, maka kebijakan Susi Pudjiastuti pun dianulir oleh Edhy Prabowo. Seperti cantrang sudah boleh digunakan dan pelarangan ekspor benih lobster pun dihapuskan oleh Edhy Prabowo.

Alasan Edhy Prabowo menghapuskan larangan penggunaan cantrang, karena bagi Edhy Kementerian KKP tidak membeda-bedakan kualitas layanan baik untuk nelayan kecil maupun besar. Semua sama-sama punya kontribusi menggerakkan roda ekonomi di sektor kelautan dan perikanan.

Lalu apa alasan Edhy menghapuskan pelarangan ekspor benih lobster? Edhy Prabowo menyampaikan, bahwa keputusannya untuk membuka keran ekspor benih lobster sudah dikaji secara mendalam. Kajian ini dilakukannya dengan mengundang sejumlah ahli. Termasuk seorang peneliti dari Australia. 

Menurut Edhy, kekhawatiran yang ditunjukkan oleh beberapa pihak, soal keputusannya yang dapat berakibat buruk bagi keberlangsungan populasi lobster di laut Indonesia tidak akan terjadi. Ia menjelaskan, dari kajian dan penelitian yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bila ada satu juta telur lobster, maka hanya akan ada 0,02 persen saja benih lobster yang bisa bertahan hidup hingga usia dewasa, kalau benih lobster itu dibiarkan hidup di laut lepas.

Selain itu, kebijakan Susi Pudjiastuti yang dianulir oleh Edhy Prabowo selain kebijakan di atas adalah tidak ada lagi penenggelaman kapal pencuri asing serta pelarangan transhipment juga dihapus oleh Edhy.

Ketika Edhy Prabowo ditangkap oleh KPK dengan dugaan korupsi yang menurut desas-desus berkaitan dengan ekspor benih lobster membuat kita terhenyak. Bagaimana tidak, sekarang kita tahu bahwa penghapusan kebijakan Susi Pudjiastuti oleh Edhy memang disengaja untuk tujuan kepentingan dirinya sendiri. Bukan untuk kepentingan bangsa dan negara ini.

Maka jangan heran, jika penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo ini membuat nama Susi Pudjiastuti kembali trending di media sosial. 

Banyak netizen yang meminta Susi Pudjiastuti kembali menjabat sebagai menteri KKP. Karena kita tahu bahwa di masa Susi Pudjiastuti laut kita begitu terjaga hingga disegani oleh negara-negara lain.

Apakah Susi Pudjiastuti akan kembali menempati posisi sebagai Menteri KKP? Itulah harapan dari netizen +62.

Bukan begitu kura-kura?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel